Labu kuning seluas 1 ha, ditanam pertengahan juni, diharapkan panen pada awal desember.
Manfaat Instalasi driptape/irigasi tetes tidak maksimal karena di bulan agustus penuh dengan hujan. Bahkan belum pernah dipakai semenjak di pasang hingga hari ini.
Taruna Tani 'Muda Persada' Tigapanah
Selasa, 05 September 2017
Budidaya Labu kuning
Selasa, 19 April 2016
Gotong royong + pembuatan kompos
Hari ini ada gotong royong pembersihan jalan akses pertanian desa bersama prangkat desa , koramil, mahasiswa pbl, karang taruna/taruna tani.
Sampah/limbah dari kegiatan ini biasanya hasil dari potongan pagar hidup pinggir jalan segera diolah oleh taruna tani tigapanah menjadi kompos.
Semoga kegiatan seperti ini kelak bisa menjadi agenda desa untuk kebersihan desa dan untuk ketersediaan pupuk organik bagi petani.
Rabu, 24 Februari 2016
Pembuatan KOMPOS
Sampah organik disini yang dimaksud adalah segala sampah/limbah hijauan apasaja yang ada disekitar kita (tidak terbatas), semuanya bisa dijadikan bahan baku pembuatan kompos.
Bahan Baku Kompos dapat di bagi menjadi:
SAMPAH COKLAT (mengandung unsur C carbon tinggi)
Terdiri dari: Daun kering, Rumput kering, Serbuk gergaji serutan kayu, sekam padi, Kertas , Kulit jagung, Jerami, Tangkai sayuran.
SAMPAH HIJAU (mengandung unsur N nitrogen tinggi)
Terdiri dari: Sayuran, Buah2an, Potongan rumput, Daun segar, Sampah dapur, Bubuk teh &kopi, Kulit telur, Pupuk kandang (feses ayam, itik, sapi dan kambing).
Bahan Yang kaya unsur Carbon ( C ) : mempunyai fungsi sebagai SUMBER ENERGI MAKANAN Bagi Mikroba , dan mempunyai tanda sebagai berikut: kering, kasar, berserat dan berwarna coklat.
Bahan yang kaya unsur Nitrogen ( N ) : dibutuhkan mikroba untuk tumbuh dan berkembang dan mempunyai tanda sebagai berikut bahan nya masih ada kadar airnya.
Sebaiknya dalam pembuatan pupuk kompos perbandingan penggunaan SAMPAH COKLAT : SAMPAH HIJAU = 3:1. Dan bila hanya menggunakan sampah coklat saja maka akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses pengomposannya.
Bahan yang sebaiknya DIHINDARI untuk pembuatan pupuk kompos adalah:
-Daging , ikan, kulit udang, tulang, susu, keju, lemak/minyak, karena dapat mengundang serangga seperti lalat sehingga proses pengomposan akan menimbulkan belatung.
-Feses anjing, feses kucing ini dapat membawa penyakit.
-Tanaman gulma / yang berhama karena hama akan masih terkandung dalam kompos.
MASALAH YANG SERING TIMBUL DALAM PENGOMPOSAN
1. BAU AMONIAK
Penyebabnya adalah unsur Nitrogen yang tinggi (sampah hijau tinggi) solusinya yaitu menambahkan sampah coklat dan memasukan udara segar.
2. BAU ASAM, TENGIK, TELUR BUSUK
Penyebabnya kurang udara/ terlalu lembab solusinya adalah menambahkan udara segar, menambah sampah coklat dan kompos dibalik2 sampai bau hilang.
3. MENGEMPAL ATAU BANTAT, BAU TELUR BUSUK
Penyebabnya adalah terlalu lembab. terlalu basah dan kurang udara maka solusinya tambahkan sampah coklat, udara segar dan kompos dibalik2 sampai bau kurang sedapnya hilang .
4. KOMPOS KERING
Penyebabnya karena kurang air jadi solusinya ya basahi dengan air dan dibalik2 biar merata basahnya.
5.TIDAK PANAS ATAU PANAS HANYA ADA DI TENGAH
Penyebabnya wadah atau tumpukan terlalu kecil dan solusinya ukuran wadah minimal 100 ltr dan tumpukan ideal adalah 1m3.
6.TIDAK TERJADI PERUBAHAN, SUHU TETAP
Penyebabnya Nitrogen terlalu rendah , O2 rendah, kurang lembab solusinya tambahkan sampah hijau sehingg Nitrogen meningkat, kompos dibalik2 dan tambahkan air ini berfungsi untuk menambah udara atau O2.
7.BANYAK SERANGGA, BANYAK BELATUNG
Penyebabnya sampah dapur yang tidak ditutup, adanya sampah daging, ikan, susu dan santan solusinya tutup kompos dengan selapis tanah atau kompos lain atau sebaiknya bahan tersebut tidak dikomposkan.
Nah ini semua BAHAN BAKU KOMPOS yang dapat dipergunakan untuk pembuatan kompos , saya saran kan pilihlah bahan yang memang merupakan bahan yang terbuang dan banyak terdapat didaerah setempat. semoga berhasil…. dan SELAMAT MENYOBA
Sumber / edit : https://luki2blog.wordpress.com/2008/08/05/bahan-baku-kompos/
Sabtu, 03 Oktober 2015
Kopi Luwak / civet coffee
Priceless atau percuma mahal?
Petani kopi karo pada umumya sudah terbiasa menemukan kopi kotoran luwak diladang mereka, namun kopi yang terkenal mahal ini tidak pernah diolah atau bahkan dibiarkan begitu saja.
Hal ini mungkin disebabkan oleh karena minimnya informasi masyarakat petani akan pengolahan kopi serta tidak adanya tengkulak yang mengumpulkan /membeli kopi luwak ini.
Jumat, 24 Juli 2015
Love Taneh Karo
#lovetanehkaro , mengajak orang-orang terutama generasi muda karo untuk mencintai dan melestarikan taneh karo. Menjadikan tanah karo tempat yang aman , nyaman dan beradab . Menjadikan tanah karo tempat tinggal yang layak di masa depan , untuk generasi kita dimasa yang akan datang.
Jumat, 24 April 2015
Labu siam
Di kebun kami hanya tanaman labu yang bebas dari residu kimia.
Budidaya labu pada umumnya tanpa pupuk dan obat-obatan kimia. Karena jika menggunakan pupuk atau obat kimia, biaya yang dibutuhkan tidak sesuai dengan hasil jual.
Sebagai gambaran, labu siam per karung (50 kg) dihargai hanya 20rb. Jika musim panen, harga hanya 10rb.
Selasa, 21 April 2015
Pabrik pupuk
Jika saya menjadi pedagang pupuk, saya tidak akan rela menjual pupuk yang sudah disubsidi. Lebih baik saya gunakan sendiri apalagi kalau saya punya kebun jeruk yang sangat luas (apalagi punya kerabat atau sahabat yang merupakan pejabat PTPN atau lebih parah, perkebunan asing). Kalau bisa seluruh kuota untuk kabupaten karo buat saya saja.
Tapi sayangnya saja ini peternak, kenapa pemerintah tidak mensubsidi harga sapi saja. Dengan begitu pemerintah mensukseskan 3 program sekaligus atau bahkan lebih.
1. Penyediaan pupuk (organik) murah untuk petani. (Swasembada pupuk).
2. Penyediaan daging murah untuk masyarakat.(swasembada daging).
3. Silahkan anda tambah sendiri.
Kita butuh pabrik pupuk yaitu sapi. Bukan subsidi triuliunan yang entah buat siapa.